Konsep Dasar Robot Simak Kemajuan Saint Robotika dan Sejarahnya

Halo guys di sini saya akan membahas teknologi robot yang akan kita mulai dari dasar robot dan sejarahnya,mari kita mulai simak uraian di bawah ini. Istilah robot berasal dari bahasa Rusia yang merupakan kata robot yang artinya bekerja. Kemudian, pada awal abad ke-20, seorang ilmuwan Cekoslowakia, Karel Capek (1890-1938), memperkenalkan istilah robot dengan lakon yang ditulis pada tahun 1921 berjudul Rosum’s Universal Robots (RUR). Ini bercerita tentang sebuah mesin yang terlihat seperti manusia tetapi bekerja terus menerus tanpa kelelahan.

Menurut Biro Standar Nasional, robot sebagian besar adalah aplikasi yang digunakan dalam industri untuk meningkatkan produktivitas produksi. Robot dapat digunakan secara teratur dan terus menerus tanpa bosan atau di lingkungan yang sangat berbahaya. Dalam industri nuklir misalnya, robot harus digunakan karena radiasi nuklir sangat berbahaya bagi manusia. Robotik digunakan dalam industri perakitan, pengelasan, pengecoran dan pengecatan, sebagai perangkat anti bom di militer, sebagai perangkat perawatan otomatis di bidang medis dan sosial sebagai pengganti tubuh robot. merancang.

Dasar Robot

Penelitian dan pengembangan pertama yang mengarah pada produk dasar robotik dapat ditelusuri kembali ke tahun 1940-an, ketika Argonne National Laboratories di Oak Ridge, Amerika Serikat, memperkenalkan mekanisme robot yang disebut manipulator master-slave. Robotik ini digunakan untuk memanipulasi bahan radioaktif. Jadi produk robot trading pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an oleh American Unimation Incorporated. Hingga belasan tahun kemudian, langkah perdagangan ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan di belahan dunia lain. Namun, niat untuk melakukan penelitian intensif di bidang robotika dan disiplin ilmu robotika belum terpikirkan olehnya.

Baru ketika dunia mulai memasuki era industri pada pertengahan 1960-an, kebutuhan akan otomasi tumbuh. Pada masa inilah robotika diadopsi sebagai disiplin ilmu baru yang menyertai ilmu-ilmu dasar dan teknik-teknik yang telah dikembangkan sebelumnya. Di negara-negara yang sudah mapan saat itu, seperti Amerika, Inggris, Jerman, dan Prancis, mulai bermunculan kelompok-kelompok riset yang menjadikan robotika sebagai topik. Tidak lama kemudian, kelompok penelitian di bidang robotika juga beroperasi di Asia, dipimpin oleh para pemikir Jepang, terutama dipulangkan setelah studi di Amerika. Bahkan kemudian, Jepang ditemukan sebagai yang paling produktif, jika bukan yang paling maju, dalam pengembangan robotika. Ini karena tidak ada orang lain

Robotik mobil otonom adalah jenis robot cerdas yang dapat membuat keputusan sendiri, memiliki kontrol terintegrasi dan sistem tenaga dan kemampuan navigasi, serangkaian operasi yang memungkinkan robot untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan. Ada dua jenis mobile robot yaitu robot yang berjalan dengan kaki mekanik dan robot yang berjalan di atas roda. Robot mobil otonom saat ini telah dikembangkan untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya bagi manusia, seperti bekerja di medan radiasi yang kuat seperti Rosie, mobil robot yang dirancang untuk Departemen Energi AS untuk “membongkar” pembangkit listrik tenaga nuklir. . Rosie menggunakan platform beroda yang dilengkapi dengan lengan robot mekanik tugas berat, dimensi: 2mx 4,3mx 2,4m dan berat 6350kg, dan dapat dioperasikan dari jarak jauh dari pusat kendali. Aplikasi Rosie termasuk peralatan bergerak (pipa, tangki, dll.), menonaktifkan reaktor nuklir, dekontaminasi dan pembongkaran sel panas / kotak sarung tangan, penanganan dan pengangkutan limbah, dan desinfektan dinding dan lantai ruang reaktor.

SYARAT UNTUK DASAR ROBOT

Sebagai pemahaman pertama, Anda perlu mengetahui beberapa istilah dasar robotik. Jadi tidak akan sulit untuk memutuskan untuk mempelajari bagian selanjutnya.

Robot – perangkat multifungsi yang dapat diprogram ulang untuk memindahkan material, suku cadang, peralatan, atau peralatan khusus

Controller : alat yang berfungsi sebagai pengontrol pergerakan robotika. Kontroler membentuk sistem kontrol yang menentukan input dan output robotika.

Manipulator: lengan yang memberi robotika gerakan untuk memutar, meruntuhkan, mencapai objek. Gerakan ini disebut dengan derajat kebebasan robot atau jumlah sumbu pada robotika. Manipulator terdiri dari beberapa segmen dan sambungan.

Sendi : sambungan atau sambungan antara lengan (lengan) dengan lengan lainnya sehingga dipisahkan oleh suatu sumbu (sumbu).

Loop terbuka: Loop terbuka adalah sistem kontrol yang tidak memiliki umpan balik atau umpan balik, sehingga perangkat tidak dapat mendeteksi kesalahan sebagai perbandingan dengan pekerjaan berikutnya. Umpan balik digunakan dalam loop tertutup (closed loop)

Bagian dasar Robot

Sistem robotik terdiri dari tiga komponen dasar, yaitu: manipulator, pengontrol, dan catu daya. Efektor sering ditemukan di beberapa sistem robotik, tetapi tidak selalu ada.

MANIPULATOR

Manipulator memiliki dua bagian yaitu bagian dasar dan bagian bantu. Gambar 1 memberikan gambaran umum tentang bagian dasar dan tambahan.

Basis manipulator dapat dipasang secara kaku ke lantai area kerja atau dipasang pada rel. Panduan bertindak sebagai jalur atau alur untuk memungkinkan robotika bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain di area kerja. Suplemen adalah perpanjangan dari pangkalan, juga dikenal sebagai lengan. Ujungnya dipasang ke efektor agar robotika bisa bekerja.

Manipulator digerakkan oleh actuator atau disebut system drive. Aktuator atau sistem penggerak menyebabkan manipulator bergerak secara bervariasi. Aktuator dapat berupa listrik, hidrolik atau pneumatik. Bagian aktuator ini dijelaskan di bagian selanjutnya.

PENJAGA TIKET

Kontroler merupakan jantung dari sistem dasar robot, sehingga keberadaannya sangat penting. Kontroler menyimpan informasi tentang data robot, dalam hal ini data gerak robot yang telah diprogram sebelumnya.

Gambar 2 memberikan gambaran tentang pengontrol dan manipulator robot. Kontroler digunakan untuk mengontrol pergerakan manipulator. Kontroler itu sendiri dikendalikan oleh informasi atau program yang diisi menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Informasi tersebut kemudian disimpan dalam memori. Data dalam memori dapat dihapus atau diubah sesuai kebutuhan.

Di masa lalu, pengontrol terdiri dari drum mekanis yang bekerja secara berurutan langkah demi langkah. itu sangat sederhana. Kontroler saat ini menggunakan PLC (programmable logic controller) yang mampu menangani pergerakan sistem robot yang sangat kompleks.

SUMBER DAYA LISTRIK

Catu daya adalah unit yang memasok daya ke pengontrol dan manipulator untuk mengoperasikannya. Catu daya sistem dasar robotik dibagi menjadi dua bagian, satu untuk pengontrol dan satu untuk manipulator. Bagian kontrol menggunakan listrik, sedangkan bagian manipulator dapat menggunakan listrik, pneumatik, hidrolik, atau ketiganya. 1.4. Gambar 1 menjelaskan catu daya.

efektor

Efektor ditemukan di hampir semua aplikasi robotik, meskipun mereka bukan blok bangunan dari sistem robotika. Efektor adalah bagian terakhir yang menghubungkan manipulator dengan objek yang digunakan sebagai kerja robotika. Misalnya, efektor bisa berupa tukang las, penyemprot cat, atau sekadar penjepit benda. 1.5. Gambar 1 memberikan gambaran tentang efektor.

Konsep Dasar Robot Perkembangan teknologi robotik merupakan salah satu indikator peradaban yang cukup maju. Robotika yang digunakan dalam dunia industri dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Robotika sering digunakan untuk melakukan pekerjaan yang berbahaya bagi kehidupan manusia, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah dan aman.

 

Seiring berjalannya waktu, robotika yang diciptakan semakin canggih, tidak hanya di hardware tapi juga software. Namun pada dasarnya robotika memiliki beberapa komponen dasar untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Konsep dasar robotika

Pada robotika modern, robot memiliki 4 bagian atau konsep dasar. Berikut adalah beberapa komponen dasar yang harus dimiliki robotika agar dapat menjalankan tugasnya dengan benar:

1. Memiliki sensor

Sensor pada robot berperan sebagai alat input, bagian ini digunakan untuk mengukur dan mendeteksi hal-hal di luar robotik. Dibandingkan dengan manusia, sensor ini seperti panca indera manusia. Input sensor kemudian diteruskan ke robotik untuk diproses dan sensor memungkinkan robotik untuk mengambil keputusan. Contoh sensor yang biasa dipasang pada robot adalah sensor cahaya dan suhu.

2. Memiliki sistem yang cerdas (kontrol)

Setiap robotik juga harus dilengkapi dengan sistem cerdas yang bertindak sebagai pengontrol yang memproses data masukan dari sensor. Setelah memproses input, bagian kontrol mengirimkan robotik untuk melakukan pekerjaan atau operasi tertentu dalam bentuk instruksi atau keputusan.

3. Memiliki peralatan mekanik (operator)

Perangkat mekanik adalah bagian yang menjalankan perintah dari bagian kontrol, itu adalah bagian yang melakukan operasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Contoh komponen mekanis ini, seperti roda motor sebagai pemandu atau lengan yang menahan atau mengambil benda, dan lain sebagainya.

4. Memiliki sumber daya (power)

Sumber tenaga adalah bagian yang mensuplai energi ke seluruh bagian robotik untuk menggerakkan komponen elektrik dan mekaniknya. Bagian daya biasanya terdiri dari sumber daya listrik, seperti baterai atau bagian kontrol transmisi, yang bertanggung jawab untuk mengubah energi listrik yang dibutuhkan oleh setiap komponen sesuai kebutuhan.

Dengan memiliki keempat bagian utama tersebut, suatu benda dapat dikatakan sebagai robotik. Meski setiap robotik memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, namun keempat bagian utama tersebut harus ada.

Klasifikasi robot secara umum

Pada dasarnya, robotik dirancang untuk mempermudah pekerjaan manusia. Banyak jenis robot yang saat ini sedang dibangun atau sedang dikembangkan. Di antara berbagai jenis robot, kita dapat mengklasifikasikannya menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Robotik non-seluler

Robotik jenis ini tidak bisa keluar dari posisinya, hanya bisa menggerakkan beberapa anggota badan. Jenis robotik ini dirancang untuk melakukan fungsi tertentu.

2. Robotik seluler

Robot jenis ini dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, misalnya robot mengikuti garis.

3. Kombinasi robotik non-seluler dan robot seluler

Robot jenis ini merupakan gabungan dari dua jenis robot sebelumnya yang masing-masing saling melengkapi dalam melakukan suatu tugas tertentu. Dasar Robotik ini mampu melakukan tugas non-mobile robotic di berbagai tempat karena dilengkapi dengan fungsi mobile robot.

4. Humanoid

Robot humanoid dirancang untuk meniru manusia, seperti lengan, kaki, mata, kepala dan sebagainya. fungsi. Contoh robot jenis ini adalah robot Jepang ASIMO.

Nah begitlah sahabat teknologi robot yang akan kita mulai dari dasar robot dan sejarahnya yang bisa saya sampaikan kepada kalian semua semoga bisa bermanfaat ya terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.