Urutan proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah.
gambar:pendidikan.co.id

Urutan Proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah ? Simak ya

Halo guys kesempatan kali ini saya akan menyampaikan mengeai urutan proses rekayasa genetika teknik plasmid yang benar adalah sebagaimana yang sudah saya tulis di bawah ini mohon di simak dengan benar ya agar kalian tidak gagal paham.

Teknik plasmid adalah teknik rekayasa genetika yang menggunakan plasmid. Plasmid adalah gen melingkar yang ditemukan dalam sel bakteri yang tidak melekat pada kromosom. Teknik plasmid memungkinkan untuk pengembangan tanaman transgenik, tahan terhadap penyakit dan hama, beradaptasi dengan kekeringan, tanah yang tidak subur dan kondisi lainnya.

Urutan Proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah sebagai berikut:

Urutan proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah

1. Identifikasi gen.

2. Ekstraksi plasmid (cincin DNA) dari sel bakteri.

3. Kombinasi gen yang diinginkan dengan plasmid bakteri melalui enzim ligase

4. Pengenalan plasmid yang dimodifikasi ke dalam organisme bakteri.

5. Menumbuhkan bakteri dalam tabung fermentasi.

6. Telah menghasilkan produk yang diinginkan.

Rekayasa genetika adalah bioteknologi yang melibatkan modifikasi genetika, rekayasa genetika, DNA rekombinan, teknologi genetika dan kloning, dan genetika modern dengan menggunakan segala macam prosedur. Namun, istilah rekayasa genetika secara luas menggambarkan manipulasi/transfer gen untuk menghasilkan DNA rekombinan dengan menyisipkan gen untuk membuat produk baru, lebih baik, atau lebih baik. DNA rekombinan ini merupakan hasil penggabungan 2 materi genetik yang berasal dari 2 organisme yang juga berbeda dan mempunyai sifat, ciri atau fungsi yang diinginkan, sehingga inangnya menyatakan sifat atau fungsi tersebut sesuai dengan yang kita inginkan.

Objek yang digunakan dalam rekayasa genetika biasanya hampir semua kelompok organisme, dari yang sederhana sampai yang kompleks. Organisme unggul yang dihasilkan melalui proses rekayasa genetika disebut organisme transgenik.

Kelahiran rekayasa genetika bermula dari pencarian untuk mengeksplorasi materi genetik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ketika orang tahu bahwa kromosom adalah materi genetik yang membawa gen, rekayasa genetika muncul.

Klasifikasi jenis rekayasa genetika

Urutan proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah sesuai yang tertulis di atas,selanjutnya kita bahas mengenai Klasifikasi jenis rekayasa genetika.Rekayasa genetika merupakan salah satu kemajuan teknologi reproduksi yang bertujuan untuk mengubah gen agar tercipta organisme yang lebih berkualitas.

Ada beberapa jenis rekayasa genetika, antara lain:

1. rekombinasi DNA

Rekombinasi DNA ini merupakan teknik yang memisahkan dan menggabungkan DNA satu spesies dengan DNA spesies lain untuk mendapatkan sifat baru, lebih baik atau lebih baik. Berikut ini adalah beberapa produk yang dihasilkan dari rekombinasi gen.

Produksi insulin Insulin ini diproduksi oleh rekombinasi DNA seluler manusia dengan plasmid bakteri E. coli. Insulin yang dihasilkan lebih murni dan diserap dengan baik oleh tubuh manusia karena mengandung protein manusia dibandingkan dengan insulin yang disintesis oleh gen pankreas hewan.
Persiapan vaksin hepatitis Vaksin hepatitis ini dibuat dari DNA rekombinan dalam sel manusia dengan sel ragi Saccharomyces. Vaksin diproduksi dalam bentuk virus yang dilemahkan dan, ketika disuntikkan ke dalam tubuh manusia, menghasilkan antibodi yang membuatnya kebal terhadap hepatitis.

2. Fusi sel

Istilah lain untuk fusi sel adalah istilah teknologi hibridoma. Fusi sel ini adalah peleburan 2 sel yang berbeda menjadi protein yang sangat baik yang juga mengandung gen asli dari keduanya dan disebut hibridoma. Hibridoma ini sering digunakan untuk memproduksi antibodi dalam pemeriksaan dan perawatan medis. Ambil contoh, perpaduan sel manusia dan sel tikus. Tujuan dari fusi ini adalah untuk menciptakan hibridoma berupa antibodi yang dapat membelah dengan cepat. Properti ini dipulihkan oleh sel manusia dalam bentuk antibodi yang menyatu dengan sel kanker tikus dalam bentuk mieloma dan membelah dengan cepat.

3. Transfer Inti (kloning)

Kloning adalah proses reproduksi yang memiliki karakteristik aseksual untuk membuat replika yang tepat dari suatu organisme. Teknik kloning ini menciptakan spesies baru yang secara genetik identik dengan induknya, yang biasanya dilakukan di laboratorium. Spesies baru yang dihasilkan disebut klon. Klon ini dihasilkan dengan metode yang dikenal sebagai transfer nuklir somatik. Transfer inti sel somatik ini adalah proses yang melibatkan transfer inti dari sel somatik tertentu ke sel telur. Sel somatik adalah semua sel dalam tubuh kecuali kuman. Adapun mekanismenya, inti sel somatik ini dikeluarkan dan ditempatkan pada sel telur yang tidak dibuahi yang memiliki inti atau telah dikeluarkan. Itu disimpan bersama dengan biji telur sampai menjadi embrio.

Keberhasilan kloning adalah kloning domba “Dolly”. Domba dolly dibesarkan tanpa bantuan domba jantan, melainkan diciptakan dengan adanya kelenjar susu yang juga diambil dari domba betina. Kelenjar susu domba Finndorset kemudian digunakan sebagai donor inti dan telur domba Blackface sebagai penerima. Kedua sel tersebut digabungkan menggunakan tegangan listrik 25 volt, yang pada akhirnya menciptakan perpaduan antara sel telur domba bermuka hitam tanpa biji dan sel mamalia domba Finndorsat. Dalam tabung reaksi, peleburan mengarah pada perkembangan embrio, yang kemudian dipindahkan ke rahim domba berwajah hitam. Karena itu,

Urutan proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah ? lihatlah Selengkapnya di bawah ini

sederhananya, proses rekayasa genetika ini mungkin atau mungkin tidak termasuk langkah-langkah berikut.

  • Identifikasi gen dan isolasi gen yang diinginkan,
  • Buat salinan DNA / DAN RNA
  • pengikatan cDNA ke cincin plasmid,
  • Penggabungan DNA rekombinan ke dalam tubuh/sel bakteri,
  • Generasi klon bakteri yang mengandung DNA rekombinan,
  • Koleksi produk.

Dalam praktiknya, proses rekayasa genetika yang disebutkan di atas melibatkan penerapan prinsip-prinsip teknik rekayasa berikut.

1. Kloning gen

Kloning gen adalah tahap awal dari rekayasa genetika. Langkah-langkah untuk kloning gen dijelaskan di bawah ini, termasuk:

Fragmentasi DNA menjadi fragmen ratusan dan ribuan kb (kilobase),
Fragmen tersebut kemudian dimasukkan ke dalam vektor bakteri untuk kloning.
Semua jenis vektor dirancang untuk membawa DNA dengan panjang yang berbeda.
Setiap vektor hanya berisi satu DNA, yang kemudian diamplifikasi untuk membentuk klon di dinding bakteri.
Beberapa fragmen DNA diisolasi dari setiap klon dan kemudian diekspresikan. DNA untai tunggal ini diubah menjadi DNA untai ganda menggunakan DNA polimerase.
Fragmen DNA yang dihasilkan kemudian diklon ke plasmid untuk menghasilkan perpustakaan cDNA.

2. pengurutan DNA

Sequencing ini merupakan teknik untuk menentukan urutan dasar suatu fragmen DNA yang membutuhkan proses dan waktu yang lama. Saat ini proses ini sudah otomatis, yaitu pengurutan dalam skala industri dimungkinkan hingga ribuan kilobase per hari.

3. Amplifikasi gen in vitro

Ini adalah proses amplifikasi DNA di mana fragmen DNA komplementer disintesis dari primer yang disebut PCR (Polymerase Chain Reaction).

4. Konstruksi gen

Masing-masing gen ini terdiri dari promotor (yaitu wilayah yang bertanggung jawab untuk transkripsi gen yang berakhir di wilayah terminator), gen penanda ini dipilih (yaitu gen yang bertindak sebagai resistensi antibiotik dan membantu membedakan perubahan sel) dan terima kasih. Vol.Konstruk gen ini mengandung setidaknya satu wilayah promotor, satu wilayah transkrip dan satu wilayah terminator. Oleh karena itu, konstruksi gen ini disebut vektor ekspresi.

Konstruksi gen ini melibatkan penggunaan unsur-unsur seperti sintesis kimia nukleotida, enzim restriksi yang membelah DNA di area tertentu, amplifikasi fragmen DNA secara in vitro oleh PCR dan penggabungan kovalen dari fragmen DNA yang berbeda. enzim ligase. Fragmen ini kemudian ditambahkan ke plasmid, yang kemudian ditransfer ke bakteri untuk membentuk klon bakteri. Klon bakteri ini kemudian diseleksi dan diamplifikasi. Penambahan elemen dalam konstruksi gen bergantung pada tujuan eksperimen, khususnya pada jenis sel yang akan diekspresikan oleh konstruksi tersebut.

5. Transfer gen ke dalam sel

Gen yang diisolasi dapat ditranskripsi atau ditranskripsi secara in vitro dan mRNA-nya dapat ditranskripsi dalam sistem bebas sel. Agar dapat dikodekan dan diterjemahkan secara efisien menjadi protein, gen harus ditransfer ke dalam sel, yang tentu saja dapat mengandung atau mengandung semua faktor yang diperlukan untuk proses transkripsi dan translasi. Dalam praktiknya, transfer gen ini terdiri dari sejumlah teknik, termasuk fusi sel, injeksi mikro, elektroporasi, penggunaan senyawa kimia, dan injeksi menggunakan vektor virus.

Kelebihan rekayasa genetika

kita telah menyimak Urutan proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah Perkembangan rekayasa genetika memiliki banyak manfaat bagi masyarakat di berbagai bidang kehidupan. Kelebihan rekayasa genetika ditinjau dari :

1. Industri

Di bidang industri, prinsip rekayasa genetika digunakan untuk mengkloning bakteri untuk melakukan fungsi tertentu, seperti produksi bahan baku kimia seperti etilen, yang diperlukan untuk memproduksi plastik, untuk melarutkan logam langsung dari tanah. , untuk produksi bahan kimia yang digunakan dalam produksi plastik, sebagai pemanis dalam produksi semua jenis minuman dan sebagainya.

2. Industri farmasi

Dalam industri farmasi, rekayasa genetika digunakan untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan untuk kesehatan. Protein ini merupakan kloning gen bakteri yang berperan dalam mengatur sintesis obat yang produksi alaminya akan mahal.

3. Bidang medis

Lahirnya rekayasa genetika memiliki banyak manfaat bagi perkembangan kedokteran, antara lain:

Produksi insulin Insulin, yang sebelumnya disintesis oleh mamalia, adalah atau dapat diproduksi oleh bakteri kloning. Insulin yang dihasilkan jauh lebih baik dan lebih dapat diterima oleh tubuh manusia daripada insulin yang disintesis oleh hewan.
Membuat Vaksin Virus AIDS Karena AIDS adalah virus yang berbahaya dan dapat menyerang atau menyerang sistem kekebalan tubuh, para peneliti menggunakan vaksin rekayasa genetika untuk melindungi diri dari penularan AIDS dan mencegah penyakit tersebut. virus.
Terapi gen Teknologi gen juga digunakan untuk mengobati penyakit genetik dengan memasukkan banyak gen yang digandakan secara langsung ke dalam sel seseorang yang mengidap penyakit genetik.

4. Pertanian

Rekayasa genetika juga banyak digunakan di bidang pertanian untuk menyisipkan gen ke dalam sel tanaman, dengan sejumlah manfaat, seperti:

Untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis, hasilkan tanaman yang dapat menangkap cahaya ini dengan lebih efisien.
Memproduksi tanaman yang mampu memproduksi pestisida sendiri.
Alih-alih pupuk nitrogen mahal tapi populer, fiksasi nitrogen alami, seperti dalam produksi beras.
Dapat digunakan atau digunakan untuk memperoleh tanaman baru yang lebih menguntungkan melalui transplantasi gen, misalnya pada kelompok Solanaceae.

5. Pemuliaan hewan

Situasinya mirip dengan penggunaan rekayasa genetika di bidang pertanian, dan di bidang peternakan penggabungan gen ke dalam sel hewan individu dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip rekayasa genetika. Hewan yang paling sering digunakan adalah sapi. Ada beberapa manfaat rekayasa di sektor peternakan, seperti:

Mereka telah diberi vaksin yang dapat atau mencegah diare ganas pada anak babi.
Vaksin yang efektif telah diperoleh untuk melawan penyakit kuku dan kuku, penyakit ganas yang juga menular pada sapi, domba, kambing, rusa dan babi.
Beberapa hormon pertumbuhan sedang dipelajari pada sapi yang seharusnya meningkatkan produksi susu.

Dampak rekayasa genetika

Rekayasa genetika memainkan peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan di semua bidang kehidupan. Namun, tidak hanya manfaat menggunakan rekayasa genetika, tetapi beberapa efek samping juga. Efek dari penggunaan rekayasa genetika dijelaskan di bawah ini, termasuk:

Beberapa tanaman GM mungkin atau mungkin tidak mengizinkan alergi, perbedaan nutrisi, keracunan dan komposisi, serta kemungkinan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik tertentu dalam tubuh manusia.
Dalam hal ini, organisme transgenik liar, jika dibiarkan, secara alami juga dapat menghasilkan kontaminasi biologis, yang pada gilirannya mempengaruhi disintegrasi ekosistem dan penyebaran beberapa penyakit.
Memasukkan gen dari DNA atau organisme lain yang tidak terkait merupakan pelanggaran hukum alam dan tetap sulit diterima masyarakat. Oleh karena itu, rekayasa genetika pada manusia dianggap sebagai cacat moral dan pelanggaran etika.

Nah itulah guys penjelasan Urutan proses Rekayasa Genetika Teknik Plasmid yang Benar Adalah sebagaimana di atas yang sudah saya tulis untuk kalian ,semoga kalian tidak bingung ya,terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.