Tokoh yang Merupakan Penemu Teknologi Konstruksi Cakar Ayam adalah ? Simak Sejarahnya

Hai guys biarkan saya sedikit bertanya kepada kalian dahulu tokoh yang merupakan penemu teknologi konstruksi cakar ayam adalah ? ada yang tahu ? mari simak sejarah berikut ini.

Warga Indonesia memahami bermacam tipe pondasi, salah satunya merupakan pondasi cakar ayam. Walaupun banyak digunakan buat bermacam landasan konstruksi, masih banyak orang yang belum memahami fakta- fakta tipe pondasi ini. Salah satunya merupakan, mengerti kah Kamu pondasi cakar ayam berasal dari Indonesia? Bukan cuma itu, masih banyak seluk beluk data tentang tipe pondasi ini yang dapat Kamu temukan dalam postingan berikut.

Salah satu jenis primer yang tidak asing lagi di telinga kita adalah chicken ceker primer. Pondasi ceker ayam terdiri dari pelat beton bertulang yang relatif tipis, yang dipasang vertikal pada buis-buis beton bertulang dan menyatu secara monolitik dengan pelat beton pada jarak 200-250 cm. Pelat beton memiliki ketebalan 10-20 cm, pipa beton bertulang memiliki diameter 120 cm, tebal 8 cm dan panjang 150-250 cm. Beton buis-buis berguna untuk memperkuat pelat. Selama operasi penahan beban bangunan, dinding beton dan tanah di dalam pondasi bekerja sama untuk menciptakan sistem kompleks yangg identik dalam pengoperasiannya dengan pondasi Raft.

Pondasi Cakar Ayam ini merupakan yayasan yang didirikan oleh anak-anak Indonesia dan didirikan pada tahun 1961 oleh Prof. Dr. Ir Sedijatmo. Saat itu Prof. Dr. Ir. Sedijatmo selaku petugas PLN akan membangun 7 buah arus tegangan tinggi. menara di kawasan lahan basah Ancol di Jakarta. Dengan susah payah, 2 menara dengan sistem pondasi tradisional didirikan, sedangkan 5 menara lainnya masih terbengkalai. Menara ini mendistribusikan pusat energi dan tenaga Tanjung Priok di Gelanggang Olahraga Senayan, tempat diselenggarakannya pesta olahraga Asian Games 1962.

Karena waktu sangat mendesak, sedangkan sistem pondasi tradisional sangat sulit diterapkan di rawa-rawa, maka dicarilah sistem baru. . Pipa dan pelat dipasang secara monolitik (disambung) dan melekat kuat pada tanah lunak.

Sedijatmo menyebut temuannya sebagai dasar sistem ceker ayam. Menara ini selesai tepat waktu dan masih berdiri kokoh di kawasan Ancol kini menjadi kawasan industri. Di daerah dengan tanah lunak, pondasi ceker ayam cocok tidak hanya untuk konstruksi bangunan, tetapi juga untuk konstruksi jalan dan trek. Keuntungan lainnya adalah tidak diperlukan sistem drainase dan sambungan susut untuk sistem ini.

Telah diamati bahwa mekanisme sistem pondasi kuku alami dalam mendukung beban adalah sebagai berikut: ketika beban titik diterapkan pada pelat, beban menyebabkan pelat melorot. Lendutan ini menyebabkan cakar berputar. Hasil pengamatan dilakukan pada model menunjukkan bahwa putaran paku maksimum berada pada bagian cakar dekat dengan beban. Rotasi paku memobilisasi tekanan tanah lateral di belakang cakar dan torsi terhadap defleksi pelat. Oleh karena itu, ketika defleksi pelat berkurang, semakin besar torsi terhadap cakar terhadap defleksi, semakin besar pengurangan defleksi. Momen berlawanan dari kuku dipengaruhi oleh ukuran paku dan kondisi kepadatan tanah (kekuatan geser) di sekitar paku, yaitu semakin panjang (dan juga lebar) paku, semakin besar torsi berlawanan dengan lentur pelat. diperoleh.

Beberapa bangunan menggunakan sistem didirikan Profesor Sedijatmo, antara lain ratusan menara PLN bertegangan tinggi, hanggar 64 meter di Jakarta dan Surabaya, landasan pacu dan taxiway dan apron di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, akses Jalan ke Pluit-Cengkareng, Pabrik pupuk Surabaya, kolam renang dan tribun Samarinda, tol Palembang-Indralaya dan ratusan gedung pencakar langit di berbagai kota.

Sistem umpan ceker ayam ini sudah terkenal di banyak negara bahkan telah mendapat pengakuan paten internasional di 40 negara, yaitu: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, China, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Arab Saudi, Bahrain, Sri Lanka, Brasil, Qatar, Uni Soviet, Burma, Mesir, Afrika Selatan, Portugal, Spanyol, Argentina, Cile, Australia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Maroko, Jerman Barat, Jerman Timur, Inggris Raya, Prancis, Italia, Belgia , Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.

Sedyatmo lahir di Kliwon, desa Karangpandan, Jawa Tengah, pada Minggu 24 Oktober 1909, dari pasangan R. Ayuval sebagai anak ketiga dari Raden Mas Panji Hatmo Hudoyo (cucu dari Mangkunegoro III-Surakarta). Sarsani Mangunkusumo. Nama panggilan Sedyatmo adalah Raden Mas Sarwanto. Pada usia beberapa bulan ia jatuh sakit untuk waktu yang lama dan harus mengubah namanya. Orang tuanya kemudian memberinya nama baru: RM Sedyatmo. Nama Sedyatmo berasal dari kata Chair dan Atmo yang berarti siap, mampu atau mau, dan Atmo yang berarti anak.

Sejarah Tokoh yang Merupakan Penemu Teknologi Konstruksi Cakar Ayam adalah ,ini dia sejarahnya

tokoh yang merupakan penemu teknologi konstruksi cakar ayam adalah

Pondasi cakar ayam merupakan metode pondasi konstruksi bangunan ditemui pada tahun 1961 oleh Direktur Konstruksi Industri Listrik Negeri( PLN), Profesor. Dokter. Ir. Sedijatmo. Dini mula kemunculan ilham ini merupakan dikala Sedijatmo hendak membangun 5 tower listrik di atas tanah rawa lembek serta berair.

Setelah itu, rangka pondasi disusun dengan mengombinasikan plat dan pipa beton selaku pendukung. Sehingga, keduanya silih menyatu mencengkeram tanah serta kesimpulannya diberi nama cakar ayam.

Pondasi Cakar Ayam Adalah

Tokoh yang Merupakan Penemu Teknologi Konstruksi Cakar Ayam adalah Prof. Dr. Ir. Sedijatmo .Dari sejarah serta cerminan ciri secara pendek tentang rangka pondasi ini, Kamu bisa jadi telah dapat menduga mengapa penamaannya diucap dengan pondasi cakar ayam. Perihal ini sebab, pondasi ini memanglah mempunyai wujud mirip dengan kaki hewan unggas tersebut. Model rangka landasan ini tercipta dari pelat tipis disusun secara vertikal. Setelah itu, diperkuat dengan pemasangan pipa- pipa beton ataupun cakar pada bagian dasar pelat secara monolit.

Tebal pelat serta diameter pipa yang digunakan jelas berbeda bergantung dari bangunan hendak dibikin. Tetapi, secara garis besar tebal pelat biasa digunakan berkisar antara 10 sampai 20 centimeter. Sebaliknya buat pipa beton, umumnya para petugas konstruksi memilah varian diameter 1 meter selama 2, 5 meter.

Guna Pondasi Cakar Ayam

Pada dini kemunculan rangka cakar ayam, penggunaannya cuma digunakan pada pembangunan di atas tanah yang lembek saja. Namun bersamaan berjalannya waktu, pondasi cakar ayam merupakan tipe pondasi paling atas yang pula digunakan pada konstruksi yang lain semacam jalur layang, jembatan besar, gedung pencakar langit, sampai landasan pesawat.

Tetapi, bila hanya membangun rumah, memanglah tipe yang satu ini tidak sering diseleksi. Tidak hanya sebab aspek bayaran yang lebih mahal, konstruksi rumah tidak membutuhkan pondasi sekuat bangunan besar yang lain. Pembuatan rumah lebih kerap memakai tipe pondasi foot plat.

Kelebihan serta Kekurangan Pondasi Cakar Ayam

Pemilihan pondasi buat satu bangunan wajib pas. Kamu wajib memikirkan apakah pondasi tersebut lumayan kokoh serta sebanding dengan beban yang dihasilkan dari konstruksi gedung. Dengan begitu, ketahanan bangunan hendak berlangsung lebih lama di masa akan tiba.

Pondasi berupa cakar ayam merupakan pondasi yang diketahui kuat serta kokoh walaupun dibentuk di atas tanah berair sekalipun. Tetapi, bukan berarti rangka landasan ini tidak mempunyai kekurangan. Pelajari sepenuhnya tentang kelebihan serta kekurangan pondasi ini pada 2 poin di dasar.

Kelebihan Pondasi Cakar Ayam

1. Terkenal serta Sesuai Dibentuk di Indonesia

Tokoh yang Merupakan Penemu Teknologi Konstruksi Cakar Ayam adalah Prof. Dr. Ir. Sedijatmo.Semacam yang kita tahu, banyak wilayah di Indonesia yang memiliki rawa serta tanah yang cenderung lembek. Sehingga pondasi cakar ayam merupakan tipe yang sangat sesuai buat digunakan.

2. Memperkokoh Bangunan

Masih berhubungan dengan keadaan tanah, wujud rangka pada bagian dasar pondasi ini memiliki keunggulan buat memperkokoh bangunan. Perihal ini sebab terdapatnya paduan antara kedalaman pondasi cakar ayam, rangka pelat serta pipa baja yang langsung ditanam dalam tanah. Sehingga energi tahan bangunan dapat bertahan lebih lama.

3. Tidak Membutuhkan Drainase

Pondasi ini terdiri dari pipa beton yang sangat kokoh serta tidak memiliki ruang buat pembuangan massa air secara natural. Dengan begitu, pembangunan gedung dengan rangka cakar ayam memerlukan waktu yang lebih pendek.

4. Diakui di Tingkatan Dunia

Kelebihan berikutnya dari rancangan cakar ayam merupakan tipe pondasi ini telah diakui di segala dunia. Apalagi terdapat sebagian pengujian buat memandang skala kekuatan serta ketahanan dari pondasi ini. Sampai pada kesimpulannya ada 40 negeri asing yang menetapkan pengakuan paten tingkatan internasional.

Kekurangan Pondasi Cakar Ayam

1. Bayaran yang Diperlukan Lebih Mahal

Bila dibanding tipe yang lain, bayaran pondasi berupa cakar ayam lebih menghabiskan dompet. Perihal ini sebab pembuatan pondasi ini membutuhkan modul dalam jumlah banyak serta memakai perlengkapan yang mutahir. Akhirnya di samping mahal, pembuatannya pula cenderung rumit.

2. Lebih Cocok buat Bangunan Besar

Beton yang universal digunakan dalam rangka ini mempunyai dimensi yang lumayan besar, sehingga tidak hendak sesuai buat pembangunan rumah berdimensi kecil. Pondasi berupa cakar ayam lebih cocok buat infrastruktur besar semacam gedung pencakar langit ataupun landasan pesawat.

Begitulah sahabat Tokoh yang Merupakan Penemu Teknologi Konstruksi Cakar Ayam adalah sebagaimana yang sudah saya tuliskan di atas semoga dengan artikel ini kalian bisa menambah wawasan ya,terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.